Obrolan Kamis Sore

Teman-teman, Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa Indonesia sebagai negara maritime, pulau-pulau terluar merupakan ga...

Fahri Budiman
Uni Konservasi Fauna IPB, Bogor
Jun 23, 2017

Melihat 'Sekolah' Orangutan di Samboja Sebelum Dilepas ke Alam Liar

Berbagai cara terus dilakukan untuk bisa menahan laju kepunahan orangutan. Salah satunya dengan 'menyekolahkan' lebih

dulu orangutan supaya bisa siap kembali ke habitat aslinya di hutan liar. Salah satu yang concern terhadap masalah itu adalah Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS).

Didukung para donatur yang salah satunya adalah PT Bridgestone, terus melatih ratusan orangutan di Samboja Lestari, Kutai Kartanegara sebelum dilepas di Hutan Muara Waho. Saat ini ada sekitar 206 yang masih sekolah. Namun yang harus diperhatikan, bukan persoalan mudah untuk bisa melepasliarkan lagi orangutan. Apalagi jika selama ini mereka menjadi hewan peliharaan.

Orangutan itu minimal berusia 10 tahun. Dan 80 pekerja BOS harus memastikan orangutan bisa hidup independen dan membuat sarang, dan bisa mengenali 200 jenis pohon untuk makanannya. Di sini juga diajarkan cara memanjat, mencari makan, sampai mebuat sarang.

"Untuk trainingnya, semakin kecil kita dapat, taruhlah 6 bulan itu akan lebih lama prosesnya. (Tetapi) makin gede makin susah lepasnya, makin lama dengan manusia makin susah, normalnya 10 tahun," papar Project Manager Yayasan BOS Foundation, Agus Irwanto, di Pulau Orangutan, Kamis (28/04/2016).

Sudah ada 41 orangutan yang berhasil BOS lepas ke hutan Muara Waho yang sanggup menampung 100 ekor. Namun sayang, 4 orangutan gagal beradaptasi. Dua di antaranya mati karena tidak berhasil mencari makan sendiri. Dua lagi beruntung masih bisa ditemukan dan ditarik lagi ke penangkaran.

Tapi orangutan yang di penangkaran juga tidak semua akan dilepasliarkan. Tercatat, ada 42 ekor yang terjangkit penyakit TBC dan sudah dipastikan tidak dapat dilepasliarkan. Ada pula satu orangutan yang buta dan satu lagi tak memiliki dua tangan.

Rehabilitasi 2 Orangutan Kalimantan Disuntik Dana Rp 340 Juta

Lewat program "Ecopia Supports Orangutan", Bridgestone sudah menyumbang total Rp 1,3 miliar untuk rehabilitasi orangutan. Khusus tahun ini, bantuan Rp 340 juta digelontorkan via Yayaysan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk merehabilitasi Obi dan elder.

Dana tersebut juga diperuntukkan untuk pelestarian hutan di Samboja. Samboja Lestari sendiri memiliki luas 1.800 ha, sementara yang terpakai untuk sekolah rehabilitasi baru 20 %. Sisanya masih dalam proses deforestasi.

Orangutan yang berada dalam perawatan yayasan BOS akan menjalani sejumlah pelatihan agar bisa dilepasliarkan. Mereka diajari agar bisa terampil hidup di alam bebas.

"Setelah mendapatkan program keterampilan di sini, kita akan melepasliarkan orangutan di hutan Waho, 20 km dari sini," tutur Agus Irwanto.

Acara ini merupakan bagian dari program Bridgestone peduli lingkungan. Orangutan yang bernama Obi merupakan singkatan dari Orangutan Bridgestone Indonesia.

Karena perusahaan ban, Bridgestone juga menyuplai yayasan BOS dengan set ban offroad yang cocok dengan medan hutan. Dalam promosinya, Shida mengatakan seri Ecopia sangat ramah lingkungan karena hambatan gulir ban yang rendah sehingga dapat menekan konsumsi bahan bakar dan menekan pembuangan emisi CO2.


(rvk/rvk)

Orangutan Sintang

Victoria, si penanda waktu minum susu

Victoria (2 th), bayi orangutan betina, dievakuasi dari Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dalam keadaan sehat.

Mamat, si Tangguh

Mamat berhasil diselamatkan oleh para petugas Balai KSDA Kalimantan Barat pada bulan September 2012 dari Desa

Berita Konservasi

Obrolan Kamis Sore