Obrolan Kamis Sore

Teman-teman, Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa Indonesia sebagai negara maritime, pulau-pulau terluar merupakan ga...

Fahri Budiman
Uni Konservasi Fauna IPB, Bogor
Jun 23, 2017

Lagi, BKSDA Kalbar Evakuasi Bayi Orangutan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar mengevakuasi satu individu bayi orangutan yang dipelihara warga di

Dusun Tanjung Lambai, Desa Menyumbung, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Sabtu (30/4/2016).

Orangutan tersebut, sebelumnya dipelihara oleh Atisno selama 4 bulan sebelum diserahkan kepada pihak BKSDA.

Kepala Balai KSDA Kalbar, Sustyo Iriono mengatakan, evakuasi bayi orangutan berjenis kelamin jantan tersebut merupakan tindak lanjut laporan dari masyarakat. Dalam hal ini, kata Sustyo, warga yang memelihara orangutan itu melalui manajemen PT Suka Jaya Makmur (PT.SJM) kepada BKSDA Kalimantan Barat.

Selanjutnya, petugas Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang BKSDA bersama perwakilan perusahaan HPH PT SJM bersama-sama mengevakuasi orangutan tersebut.

"Jadi ini merupakan kerjasama yang baik antara pihak perusahaan dengan BKSDA dalam hal melakukan penyadaran dan pengertian kepada warga, sehingga warga berkenan untuk menyerahkan bayi orangutan tersebut," kata Sustyo, Minggu (1/5/2016) pagi.

Bayi orangutan tersebut diperkirakan berusia enam bulan. Selanjutnya, orangutan yang diberi nama Ujung Lambai tersebut dititiprawatkan ke Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) untuk mendapatkan perawatan, sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.

"Orangutan tersebut dititipkan-rawatkan ke YIARI Ketapang untuk mendapatkan perawatan awal dan selanjutnya akan dilakukan rehabilitasi lebih lanjut," kata Sustyo.

Sustyo menegaskan, kekayaan alam Indonesia harus dijaga dan upaya pemanfaatan harus dibarengi dengan upaya pelestarian yang sepadan. Upaya tersebut melalui perlindungan, penangkaran, dan perbaikan habitat.

"Oleh karena itu, tindakan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar dan kepemilikan satwa liar yang dilindungi undang-undang untuk kesenangan harus bisa dihentikan" tegas Sustyo.

Penulis : Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Orangutan Sintang

Victoria, si penanda waktu minum susu

Victoria (2 th), bayi orangutan betina, dievakuasi dari Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dalam keadaan sehat.

Mamat, si Tangguh

Mamat berhasil diselamatkan oleh para petugas Balai KSDA Kalimantan Barat pada bulan September 2012 dari Desa

Berita Konservasi

Obrolan Kamis Sore