Obrolan Kamis Sore

Wallacea merupakan kawasan biogeografi dengan tingkat endemisitasi yang tinggi; terdapat lebih dari separuh jenis mamalia,...

Adi Widyanto
Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) , Bogor
Jun 23, 2017

Kedekatan antara Maya dan Selly

Selly, bayi orangutan betina, dievakuasi oleh staf SOC pada tanggal 16 Januari 2015 dari Kecamatan Belimbing yang berjarak 

± 1 jam dari Sekolah Hutan di Tembak. Sebelum dievakuasi, pemiliknya telah memelihara Selly selama kurang lebih 2 bulan, dan diberi makan nasi, susu kaleng dan kue.

Setelah dievakuasi dan sampai di pusat rehabilitasi, bayi Selly menjalani proses karantina yang merupakan masa penyesuaian terhadap lingkungan, pakan serta pemeriksaan dan perawatan medis.

Kemudian datang bayi orangutan betina Maya pada tanggal 26 Februari 2016 yang dievakuasi oleh BKSDA Sintang dan staf SOC dari Nanga Sokan, Kabupaten Melawi. Maya telah dipelihara selama 4 bulan oleh pemiliknya dengan kondisi 2 jarinya putus satu ruas ujung jari dan bernanah, dan diberi makan buah dan air. Seperti Selly, Maya juga menjalani proses karantina.

Setelah beberapa bulan di kandang karantina, Selly dan Maya dipindahkan ke dalam satu kandang isolasi sebelum nantinya dipindahkan di kandang oktagonal (kandang sosialisasi untuk bayi). Awalnya ketika digabung Selly langsung mengajak Maya bermain, tapi Maya selalu menjerit-jerit tidak suka karena Selly bermain kasar.

Setelah beberapa minggu selalu seperti itu, keeper selalu memarahi Selly supaya tidak mengganggu Maya. Sampai akhirnya terlihat Selly dan Maya terlihat akrab bermain seperti biasa. Mungkin itu awal perkenalan untuk orangutan yang awalnya terlihat tidak suka dan akhirnya menjadi teman baik.

Di kandang oktagonal, Selly terlihat lebih aktif bermain dengan orangutan lain dan tidak memilih teman, sedangkan Maya menunjukkan sikap biasa-biasa saja tapi juga bermain dengan orangutan lain.

Seperti biasa setelah jam makan siang, keeper Jessi yang menjadi pengasuh untuk bayi orangutan masuk ke kandang oktagonal untuk bermain dengan para bayi ini. ketika Jessi bermain bersama Maya, Selly tampak iri dan menarik-narik Maya atau Jessi. Ketika tidur malam, Selly dan Maya juga pernah terlihat tidur bersama dalam sarang buatan di kandang oktagonal.

Perilaku kedekatan Selly dan Maya lainnya terlihat jelas ketika Selly ketakutan mendengar suara ayam, Selly akan mencari dan memeluk Maya. Atau ketika akan pergi ke sekolah hutan dan Selly dikeluarkan terlebih dahulu maka Maya akan menjerit-jerit karena tidak dikeluarkan bersamaan. Setelah di hutan, Selly menunjukkan kemajuan yang baik untuk memanjat dan berpindah pohon. Maya yang belum pandai berpindah pohon juga menjerit-jerit ketika Selly meninggalkannya. Setelah Selly kembali dan menunggu, Maya pun akhirnya tenang.

Tidak hanya itu, ketika Sekolah Hutan sudah menunjukkan jam pulang dan para bayi akan dibawa kembali ke dalam kandang, keeper memanggil-manggil Maya dan Selly untuk turun, karena Selly tidak mau turun Maya juga tidak turun dari pohon. Sampai akhirnya mereka berdua turun bersamaan.

Pernah juga ketika hanya Selly yang dikeluarkan untuk ke sekolah hutan dan Maya tidak. Maya menjerit-menjerit seperti mencari-cari Selly dan baru berhenti menjerit ketika Selly sudah selesai sekolah hutan dan berada di dalam kandang.

Kedekatan antara Selly dan Maya ini menunjukkan bahwa ternyata orangutan juga bisa memiliki ikatan dengan orangutan lainnya.

Add comment

Orangutan Sintang

Victoria, si penanda waktu minum susu

Victoria (2 th), bayi orangutan betina, dievakuasi dari Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dalam keadaan sehat.

Mamat, si Tangguh

Mamat berhasil diselamatkan oleh para petugas Balai KSDA Kalimantan Barat pada bulan September 2012 dari Desa

Berita Konservasi

Obrolan Kamis Sore