Obrolan Kamis Sore

Wallacea merupakan kawasan biogeografi dengan tingkat endemisitasi yang tinggi; terdapat lebih dari separuh jenis mamalia,...

Adi Widyanto
Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) , Bogor
Jun 23, 2017

Victoria, si penanda waktu minum susu

Victoria (2 th), bayi orangutan betina, dievakuasi dari Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dalam keadaan sehat.

Di Pusat rehabilitasi Sintang, Victoria lebih sering menghabiskan waktunya sendirian di langit-langit kandang. Akhir-akhir ini Victoria sering terlihat dekat dengan Selly  (3 th) dan Maya (3 th). Mereka kadang bermain di atas tempat tidur atau masuk ke dalam ban yang dibuat keeper.

Jika keeper memberi enrichment untuk kandang oktagonal (kandang sosialisasi bayi), Victoria akan memerhatikan dulu dari atas kemudian akan turun untuk mengambilnya lalu langsung dibawa ke atas. Victoria sangat antusias dan selalu ingin mencoba enrichment yang diberikan oleh para  keeper.

Victoria juga sekarang lebih berani, dia suka mengambil makanan dari tangan Maya. Jika Maya tidak mau memberikan makanannya, Victoria akan memukul Maya dengan menggunakan ranting. Walaupun sesungguhnya Victoria sangat cengeng, namun setelah kedatangannya di kandang oktagonal, suaranya lah yang paling nyaring. Saat waktu pemberian susu, suara Victoria lah yang paling keras terdengar dibanding suara bayi yang lain, termasuk suara Mona.

Selain berteriak-teriak, Victoria juga bergerak mengelilingi kandang. Suatu ketika, tanpa sengajadot susu  Victoria tertinggal di Klinik, teriakan Victoria semakin menjadi.  Saat ini suara Victoria lah yang menjadi penanda waktu minum susu bagi bayi orangutan lainnya.

Orangutan Sintang

Victoria, si penanda waktu minum susu

Victoria (2 th), bayi orangutan betina, dievakuasi dari Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dalam keadaan sehat.

Mamat, si Tangguh

Mamat berhasil diselamatkan oleh para petugas Balai KSDA Kalimantan Barat pada bulan September 2012 dari Desa

Berita Konservasi

Obrolan Kamis Sore