Obrolan Kamis Sore

Kukang jawa merupakan spesies primata endemik Jawa dengan status Kritis (critically endangered). Kelangsungan hidup Kukang...

Prescillia Rindang Putri
RCCC-UI, Bogor
Jun 23, 2017

Mamat, si Tangguh

Mamat berhasil diselamatkan oleh para petugas Balai KSDA Kalimantan Barat pada bulan September 2012 dari Desa

Karimunting, Singkawang. Saat itu kondisinya sangat menyedihkan, tubuhnya sangat kurus, kotor dan hampir lumpuh (lihat Gambar 1 & 2 di bawah). Mamat telah menderita kekurangan gizi selama hampir setahun, karena pemilik lamanya tidak memberikan pakan dengan benar. Mamat tidak pernah mendapatkan pakan segar seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Mamat juga ditempatkan di kandang yang sangat kecil, sehingga ia tidak dapat bergerak.

Ketika Mamat dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Orangutan Sintang (SOC), kondisinya sudah sekarat, tetapi kami melihat masih ada tanda keinginan untuk hidup di matanya. Maka kami memberikan perawatan yang terbaik untuk Mamat.

Setelah mendapatkan perawatan yang intensif selama sebulan, Mamat mulai dapat menggerakkan tangan dan kakinya, bahkan sudah bisa memakan sendiri buah-buahan yang diberikan kepadanya (lihat Gambar 3 & 4).

Pada bulan ke tiga, Mamat sudah bisa berjalan dan memanjat aneka pengayaan (enrichment) yang ada di kandang rehabilitasinya. Kadang-kadang kami mengeluarkannya dari kandang untuk berlatih bergerak (lihat gambar 5 & 6).

Kondisi Mamat terkini

Ketika kami memulai Sekolah Hutan di Tembak pada tanggal 22 April 2014, Mamat adalah salah satu kandidat orangutan yang akan dikembalikan ke hutan. Mamat terlihat amat senang dan menikmati kesegaran hutan Borneo. Mamat terlihat sangat ingin tahu saat dia memanjat pohon dan mencicipi buah-buahan alami dan dedaunan segar di hutan. Pertama-tama Mamat mencoba memanjat pohon yang kecil, kemudian perlahan-lahan mencoba memanjat pohon yang lebih besar dan memanjat lebih tinggi lagi (lihat gambar 7 & 8).

Saat itu adalah saat-saat yang sangat membahagiakan bagi kami, melihat Mamat sangat menikmati Sekolah Hutannya dan belajar menjadi orangutan liar. Kami sangat beruntung mendapat kesempatan untuk menolong Mamat kembali ke rumah asalnya. Terima kasih kami untuk semua pihak yang telah mendukung kami untuk mewujudkannya.

Orangutan Sintang

Victoria, si penanda waktu minum susu

Victoria (2 th), bayi orangutan betina, dievakuasi dari Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dalam keadaan sehat.

Mamat, si Tangguh

Mamat berhasil diselamatkan oleh para petugas Balai KSDA Kalimantan Barat pada bulan September 2012 dari Desa

Berita Konservasi

Obrolan Kamis Sore