Halaman Utama


Visitor Locations

You are visitor

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Kami punya 2 tamu online

Members area



Diserang Orangutan Raksasa, Yani Pingsan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh kompas.com   
Rabu, 10 Februari 2010 08:54
Seekor induk orangutan (Pongo pgymeus) berukuran besar dengan berat badan ratusan kilogram, Jumat (8/1/2010) sekitar pukul 07.00, menyerang Yani (40), petani Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang sedang menyadap karet di kebunnya. Yani pingsan saat dua petani lainnya, Mulyadi dan Miswan, melepaskannya dari cengkraman primata Kalimantan tersebut. Orangutan penyerang itu akhirnya mati terkena pukulan dan beberapa kali sabetan senjata tajam saat dua petani berusaha Save menyelamatkan Yani.

Yani lalu di bawa ke rumah sakit setempat karena mengalami luka akibat cakaran dan gigitan. Yani banyak mendapat jahitan di rumah sakit. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Mega Hariyanto di Palangkaraya, Minggu (10/1/2010), menyatakan, memang ada laporan serangan orangutan berukuran lebih dari dua kali ukuran berat badan manusia normal di hulu Sungai Lemo, anak Sungai Barito tersebut. ”Kepala Seksi BKSDA Wilayah IV Muara Teweh Yusuf Trismanto sedang di lokasi kejadian untuk melihat apa kemungkinan ada kawanan orangutan lainnya,” katanya.

Menurut Mega, selama dirinya bekerja di BKSDA Kalteng dalam dua tahun terakhir, peristiwa orangutan menyerang manusia baru pertama kali ini terjadi. Serangan ini bisa terjadi karena saat ini sejumlah tempat yang menjadi habitat orangutan terganggu, bahkan berubah fungsi akibat pembukaan lahan berskala besar, seperti perusahaan perkebunan dan pertambangan batu bara. Kawanan orangutan akhirnya banyak turun ke kebun warga atau ke perkebunan kelapa sawit.

1.000 orangutan

Mega mengungkapkan, saat ini orangutan yang diselamatkan akibat habitatnya rusak, di antaranya dampak pembukaan hutan dan lahan berskala besar, di Kalteng mencapai 1.000 ekor. Jumlah itu didapat dari penyerahan masyarakat dan hasil penyitaan. Masalahnya, kata Mega, bagaimana sekarang melepasliarkan kembali kawanan orangutan yang kini berada di Pusat Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng, Palangkaraya, dan Penyelamatan Orangutan yang dilakukan Orangutan Fondation International (OFI) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, ini. Padahal, paling lambat tahun 2015 semuanya yang memenuhi persyaratan harus dilepaskan kembali ke hutan. Saat ini hutan yang bagus untuk itu di Kalteng adalah hutan Sapat Haung, Kabupaten Murung Raya.

Nanang Kasim, juru bicara Yayasan Bos Wanariset Samboja. menjelaskan, Pusat Reintroduksi Orangutan Wanariset Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kaltim, yang di kelola Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) mengalami masalah yang sama. Ada 220 orangutan hasil penyerahan masyarakat dan penyitaan di Kaltim, dan 132 ekor di antaranya memenuhi syarat kesehatan untuk dilepasliarkan. Sejak tahun 2002, BOS Wanariset Samboja tidak pernah melepasliarkan orangutan akibat ketiadaan hutan yang layak untuk orangutan hidup. Baru tahun 2010 rencananya akan melepaskan kawanan orangutan di hutan eks area hak pengusahaan hutan (HPH) seluas 86.000 hektar di Kutai Timur.

”Hutan eks HPH ini akan jadi lokasi pertama di Kalimantan yang menjadi tempat restorasi ekosistem khusus untuk orangutan,” kata Nanang Kasim. (FUL)

Comments
Add New Search
.warcraft Power Leveling
wow power leveling (123.145.161.xxx) 2010-08-20 09:08:24


Buy aion kinah and wedding gowns or wow power leveling or maple story mesos
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
 
Share on facebook